LOKER OTOMOTIF

Wednesday, January 18, 2017

Para Pemimpin Kristen di Kawasan Muslim

Adakah tokoh-tokoh Kristen yang terpilih sebagai "pemimpin" di daerah yang mayoritas berpenduduk Muslim? Ada dong. Yang saya maksud dengan "pemimpin" disini bukan hanya "pemimpin teritori" seperti presiden, gubernur, bupati dan seterusnya tetapi juga merujuk pada "orang-orang yang mempunyai otoritas politik-kekuasaan" tertentu misalnya menteri, ketua parlemen, duta besar, dlsb.

Di antara mereka adalah Leopold Sedar Shenghor yang pernah terpilih menjadi Presiden Senegal selama dua periode. Senegal adalah negara yang penduduknya mayoritas Muslim (sekitar 95%). Selain sebagai politisi ulung, Presiden Shenghor juga seorang sastrawan dan teoretikus budaya yang handal. Karena jasa-jasa positinya, ia mendapat "ganjaran" sejumlah penghargaan bergengsi seperti Jawaharal Nehru Award for International Understanding dan Peace Prize of the German Book Trade.

Nama beken lain adalah Michel Sulaiman, seorang mantan komandan Angkatan Darat Lebanon, yang juga pernah terpilih sebagai Presiden Lebanon yang berpenduduk mayoritas Arab Muslim. Presiden Sulaiman adalah pengikut setia Kristen Maronite yang merupakan kelompok Kristen utama di Lebanon.


Kemudian Vera George Musa Baboun (pupuler Vera Baboun), seorang perempuan Arab Katolik dan dosen sastra yang terpilih sebagai walikota Bethlehem, Palestina. Bersama para tokoh Muslim di Palestina, ia berjuang keras meningkatkan ekonomi, mengurangi pengangguran, dan yang lebih penting lagi menciptakan perdamaian di wilayahnya yang sebagian dikuasai oleh tentara Israel. Selain Vera Baboun, Palestina juga pernah memilih Janet Mikhail atau Janet Khouri (juga seorang Katolik) sebagai walikota Ramalah di kawasan West Bank.

Di Turki, tepatnya di kota metropolitan Mardin, seorang perempuan Kristen muda dari Syriac Orthodox Church bernama Februniye Akyol juga terpilih sebagai co-mayor setelah dicalonkan oleh Peace and Democracy Party, sebuah partai yang berafiliasi ke etnik Kurdi.

Kita juga masih ingat, Mesir dulu mempercayai Boutros Boutros-Ghali, seorang Kristen Koptik dan politisi gaek, selama bertahun-tahun sebagai Menteri Luar Negeri dan Sekjen PBB. Bahrain pernah memilih Alees Thomas Samaan, seorang perempuan Arab Kristen pertama yang menjadi ketua parlemen di negara tetangga Saudi ini.

 Tidak usah jauh-jauh ke manca negara, di Indonesia juga ada beberapa contoh penting seperti Pak Cornelis yang terpilih menjadi Gubernur Kalimantan Barat selama dua periode. Umat Islam dan para tokoh Muslim di Maluku dulu juga dengan riang gembira memilih Pak Karel Albert Ralahalu sebagai gubernur mereka selama dua periode. Walikota atau Bupati Kristen di berbagai daerah Indonesia juga cukup lumayan. Umat Islam di Kalbar, Maluku, dan lainnya santai-santai saja tuh.

 Saya pikir kok hanya (sebagian) para ustad dan tokoh Muslim di Jakarta saja yang hobinya berisik dan ribut seperti ayam mau bertelor. Kemana-mana kampanye, mengajak Tuhan lagi, untuk melarang kaum Muslim memilih pemimpin non-Muslim. Teks-teks keagamaan (termasuk ayat-ayat kitab suci sekalipun) itu tidak bertulang sehingga sangat mudah dibelok-belokkan sesuai dengan "selera pasar" dan kepentingan politik-ekonomi-ideologi masing-masing penafsirnya.

Kalau warga Muslim Jakarta ragu memilih Ahok karena beliau Kristen, ya pilih saja Pak Djarot yang Muslim he he, sehingga Anda terhindar dari "perangkap teologis". Gampang, kan? Mau milih Pak Anis atau Mas Agus juga gak apa-apa, silakan saja, yang penting rukun dan sportif jangan ngamuk-ngamuk. Gak malu tuh, sudah jenggotan kok hobinya ngamukan...
Jabal Dhahran, Arabia. Prof. DR. Sumanto Al Qurtuby

0 komentar: