LOKER OTOMOTIF

Thursday, January 19, 2017

Antara Koh Ahok dan Habib Rizieq

Belakangan beredar video Rizieq Shihab di You Tube dimana sang "Habib Petamburan" ini terang-terangan menuduh ada ulama su' atau "ulama bodong" yang sering menipu umat pakai Al-Qur'an dan Hadis. Silakan cari sendiri videonya, saya agak malas menampilkan di dinding FB-ku. "Ulama su' dia nipu pake Al-Qur'an. Dia nipu pake Hadis," kata sang habib.

Saya tidak tahu siapa yang Rizieq maksud sebagai "ulama su'" itu. Yang menarik adalah kenapa tidak ada gelombang protes massa umat Islam terhadap Rizieq yang jelas-jelas menuduh ada "ulama bodong" yang nipu umat pakai Al-Qur'an dan Hadis? Kenapa kaum Muslim tidak marah kemudian menggelar "demo akbar" dengan alasan Habib Rizieq telah menistakan Al-Qur'an, telah melecehkan Hadis, telah menghina Islam, dst?


Kenapa tidak ada yang menggelar "jihad konstitusional" untuk melawan Rizieq Shihab? Kenapa tidak ada yang melaporkan Rizieq ke pihak berwajib dengan tuduhan "penistaan agama"? Kenapa pula tidak ada ustad yang mewek-mewek menangis sambil nampang di TV karena Rizieq telah mencemarkan nama baik ulama?
Sebaliknya, kenapa publik Muslim hanya marah besar kepada Ahok? Padahal si koh ini "cuma" bilang "dibooingin pake itu ayat". Bandingkan dengan Pak Rizieq yang rombongan bilang "ulama bodong", Al-Qur'an, dan Hadis.

Anda tahu kenapa? Karena Ahok Kristen (non Muslim) sementara Rizieq seorang Muslim. Dengan kata lain, bukan "apa" tapi "siapa" yang mereka persoalkan. Persoalan utamanya bukan "apa yang dikatakan" tetapi "siapa yang mengatakan". Jadi "jihad konstitusional" dan demonstrasi akbar yang mereka lakukan itu sebetulnya bukan untuk "membela Islam". Kalau mereka betul-betul tidak terima "Islam dinistakan", mereka akan melakukan hal yang sama dengan Rizieq.

Ini persis seperti demonstrasi massa publik Muslim di Indonesia yang begitu heroik atas kekerasan di Palestina, Bosnia, Burma/Myanmar, atau Mindanao dengan alasan "membela Muslim" tetapi pada saat yang sama mereka "pura-pura pikun bin rabun" dengan perang, kekerasan, dan kekejaman yang terjadi di Irak, Afganistan, Suriah, Yaman, Mesir, Sudan, dlsb. Sebabnya jelas. Karena pelaku kekerasan di Palestina, Bosnia, Burma atau Mindanao itu "si kapir" sementara pelaku kekerasan di Irak, Afganistan, Suriah, Yaman, Mesir, Sudan, dlsb itu "si Muslim".

Nah, sekarang jelas kan? Jadi jangan mau "diboongin" lagi oleh para "makelar politik" dan "pedagang agama" itu.

Jabal Dhahran, Arabia
Prof. DR. Sumanto Al Qurtuby

0 komentar: